Rabu, Februari 18, 2009

Generasi Biru The Movie


Sebuah film musikal sebagai perayaan 25 tahun perjalanan musik SLANK,
Menceritakan pertemuan SLANK dengan tokoh-tokoh yang memiliki trauma terhadap kekerasan, politik, drugs. dan cinta.Tokoh Bimbim bertemu dengan tokoh anak kecil yang
selalu sembunyi di bawah meja karena melihat orang tuanya diculik saat dia bermain
di bawah meja.

Kaka bertemu dengan Nadine, Ivan dan Ridho bertemu tokoh manusia
binatang yang berperilaku seperti binatang karena pernah merasakan dihajar
layaknya seekor binatang, sementara Abdi bertemu dengan tokoh ibu yang anak-anaknya
diculik di masa reformasi.

SLANK berusaha melawan berbagai bentuk kekerasan dan cekal
yang menyebabkan trauma-trauma tersebut. Pada akhirnya mereka bisa bersama-sama keluar menuju pulau biru.
Pulau tanpa kekerasan dan ancaman, penuh dengan kedamaian.

























Jumat, Januari 09, 2009

Slank Jadi Masalah

Dari dulu kamu sudah tau..
Tentang masa laluku
Dari pertama kita bertemu.. kau setuju
Tak persoalkan.. itu

Jadi mengapa baru sekarang..
Menjadi masalah..
Jadi mengapa baru saat ini..
Kau kepikiran dan selalu meributkan ii.. tu

Apa kamu bosan..Apa kamu jenuh..
Atau kau butuh waktu tuk menyendiriiiii..
Mungkin kita terlalu lama..
Mungkin kita terlalu sering
Selalu bersama-samaaaa..

Atau kau tak lagi mencintaiku
Atau ada orang lain di hati..mu..
Mungkin kau tlah melakukan sesuatu
Hingga kau merasa bersalah..
Lalu mencari - cari, mencari - cari..
Kesalahan a…ku..

Jadi mengapa baru sekarang
Menjadi masalah..
Jadi mengapa baru saat ini
Kau kepikiran dan selalu meribut..
ribut..
ribut..
ribut..
ributkan itu

oh oh 2x aha 2x
















Kamis, Januari 08, 2009

Slank Rayakan Ultah 'Perak' di Surabaya


Kapanlagi.com - Slank merayakan hari jadinya yang ke-25 dalam sebuah konser bertajuk 'Slank 25 Tahun Memberi', di lapangan Kodam V Brawijaya di Surabaya, tanggal 29 Desember 2008 mendatang. Bimbim, gitaris Slank, mengatakan bahwa dalam konser tersebut akan banyak berkolaborasi dengan musisi dan grup orkestra lain.

"Kita akan banyak kolaborasi dengan orkes orkestra dan banyak juga additional-additional," kata Bimbim, saat ditemui di acara peluncuran produk terbaru Esia, Setiabudi 1, Kuningan, Jakarta Selatan.

Lantas, kenapa konser tersebut digelar di Surabaya? Kenapa bukan di Jakarta? "Yang berbaik hati ngasih tempat ya Surabaya," tukas Kaka, sang vokalis.

"Basis Slanker di daerah timur setelah Jakarta ya Surabaya dan Surabaya juga sebagai pusat timur Indonesia," imbuh Bimbim.

Berbicara soal film yang mereka bintangi, GENERASI BIRU, yang akan dirilis di tahun 2009 mendatang, Bimbim menjelaskan bahwa film tersebut sifatnya lebih ke dokumenter. Rencananya, film tersebut juga diikutkan di Festival Film di Berlin.

"Itu film lebih ke dokumenter, nggak ada biografi tentang Slank. Di situ menceritakan Indonesia di mata Slank. Slank sebagai pencatat kejadian di dua dasawarsa itu. Rencananya, film itu juga akan kita ikutkan di Berlin Film Festival. Untuk masuk ke situ susah banget, soalnya harus ada muatan politiknya. Namun kita berpendapat itu bisa nguatin penyebaran 'virus' Slank. Kita lagi nyelesaiin skoring musiknya, soalnya di film itu nggak ada dialog," papar penggebuk drum Slank itu.

Film GENERASI BIRU, disutradarai oleh Garin Nugroho, bertemakan tentang Slank dan ke-Indonesia-an. Untuk pemeran utama dipercayakan pada Kaka Slank dan Nadine Chandrawinata.

Film ini bercerita tentang lima orang anak yang lari dari situasi penuh keseragaman dan ketidakbebasan. Mereka mencari pulau kebebasan yang disebut 'Pulau Biru'. Dan perjalanan mereka menjadi perjalanan ke-Indonesia-an. Dari era Soeharto – reformasi – sampai era 'gosip jalanan'.

Slank Terima Anugerah 'Reform Award' dari BEM


Kamis, 08 Januari 2009 22:15
Lihat Biografi Slank
Slank
BERI KOMENTAR CETAK BERITA INI KIRIM KE TEMAN KOMENTAR FANS SLANK Ngaku 'Celeb-Freak'? Buktiin di sini
Kapanlagi.com - Grup musik Slank mendapatkan anugerah kehormatan Reform Award dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabotabek atas peran aktifnya ikut mensosialisasikan pemberantasan korupsi.

Menanggapi penganugerahan tersebut, salah satu personel Slank, Kaka mengungkapkan kalau penghargaan itu merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan. Hal itu akan menjadi semangat bagi dirinya dan Slank untuk perjuangan selanjutnya.

Slank mengaku akan terus menjalankan misi sesuai dengan kapasitasnya, yakni melalui musik yang lebih mengena kepada kaum muda Indonesia. "Kita akan terus konser untuk melakukan penyadaran terhadap generasi muda tentang korupsi," tegasnya.

Namun untuk pemberantasan yang banyak dilakukan 'kaum tua', Slank menyerahkan itu kepada hukum dan pemerintah. Karena tentunya mereka yang lebih kompeten. Slank lebih memilih lahan pada anak-anak muda yang akan menerima estafet kepemimpinan bangsa.

"Kita hanya pada himbauan kepada generasi muda. Kita berharap negeri kita terbebas dari korupsi," tambahnya.

Bersamaan dengan Slank, Reform Award juga diserahkan kepada Agus Condro (mantan anggota DPR RI dari PDIIP), Desi Fitrianti (korban pelecehan, mantan sekretaris pribadi Max Moein), Yuddy Chrisnandy (Penggurus Muda Golkar), Ferry Yuliantoro (Aktivis LSM), Ravendi Jamin (Aktivist Ham). Hanya Slank, satu-satunya seniman yang menerima penghargaan tersebut.

Ada Mars Pemilu Di Album Slank Yang Baru

Slank luncurin album baru lagi. Albumnya yang ke 12 ini rada beda dengan album sebelumnya. Lantaran sebagian lagu-lagunya diambil dari karya cipta Slank yang dimainkan dan direkam secara live saat konser A Mild Live Road to Peace awal taon lalu.



Makanya enggak heran kalo albumnya Slank ini bertajuk sama dengan konsernya yang digelar A Mild Live Production, yakni “A Mild Live “Road to Peace”. Kaka, Bimbim, Abdee, Ivanka dan Ridho emang udah konsisten untuk tetap menyuarakan pesan-pesan perdamaian kepada pecinta musik tanah air khususnya kepada Slankers. Syukurnya, usaha baik dan tulus dari Slank ini didukung penuh oleh A Mild Live Production.



“Kami sangat bangga album Slank ini menyuarakan perdamaian dan mengajak bangsa Indonesia untuk terus berkarya dan berekrja keras,” ucap Yudi Rizard Hakim selaku Head, Publik Relations, Sampoerna Indonesia. Ini sesuai dengan kata-kata yang terdapat di lagu baru Slank bertitel “Mars Slankers”.



Peluncuran albumnya kemarin siang (13/5) di Museum Nasional ditandai dengan pelepasan burung Merpati yang dilakukan para oleh personil Slank dengan beberapa tokoh panutan masyarakat. “Kami ingin agar pesan damai yang kami sampaikan lewat lagu-lagu bisa diteruskan ke seluruh lapisan masyarakat. Kebetulan kita juga punya masa Slankers yang banyak,” kata Kaka sang vokalis. “Ingin kami contohkan pada generasi kami, yaitu untuk menhormati dan menghargai yang lebih tua,” imbuhnya.



Kembali ke masalah album, enggak tanggung-tanggung album A Mild Live “Road to Peace” beredar di seluruh Indonesia dengan format lengkap, berupa kaset, CD, VCD dan DVD.



Ada 12 lagu baru yang direkam secara live saat mereka konser A Mild Live “Road to Peace”. Lagu berjudul “Mars Slankers” yang sengaja diciptain buat para Slankers menjadi lagu andalan di album ini. Belum lagi “Mars Pemilu” lagu nasional yang diciptakan oleh Mochtar Embut didaur ulang oleh mereka dengan gaya unik dan sangat kreatif. Satu lagi lagu berjudul “P3K” yang menjadi ciri khas lagu Slank yang nyeleneh. Selain itu ada pula lagu kolaborasi Slank dengan Naif, grup band yang satu panggung di konser A Mild Live “Road to Peace”.



Sedangkan untuk format VCD dan DVD, akan ada liputan konser Slank A Mild Live “Road to Peace” di 24 kota termasuk dokumentasi pribadi Kaka Slank dan wawancara eklusif para personil Slank. Untuk pembelian VCD san DVD akan mendapatkan satu masker penutup mulut yang merupakan symbol pesan “Jangan banyak bicara”.