Kamis, Februari 26, 2009
Selasa, Februari 24, 2009

Sutradara Aria Kusumadewa
Produser Lola Amaria
Penulis BE Rasuli
Pemeran Lola Amaria
Agastya Kandou
Otig Pakis
Faizal Kamarullah
Yatty Surachman
Norman R
Fahrani
Musik oleh Slank
Sountrack Bulan Bintang (Slank Satu-Satu)
Distributor Tit's Film Production
Durasi 85 Menit
Negara Indonesia
Novel Tanpa Huruf R adalah sebuah kisah antara dunia nyata dan tak nyata yang tak jelas batas dan alasannya. Drum (Agastya Kandou) adalah seorang pria dengan masa lalu yang berliku-liku dan diwarnai kekerasan. Ibunya hilang di laut ketika mereka lari dari desanya. Sementara ayahnya meninggal tertabrak mobil di depan matanya. Kekasihnya, seorang gadis keturunan Tionghoa mati dibantai dalam kerusuhan. Di masa dewasanya, Drum menjadi seorang wartawan kriminal dan penulis novel. Karyanya tergolong picisan, namun ternyata banyak disukai dan laris di pasaran, hingga menarik perhatian seorang mahasiswi bernama Air Sunyi (Lola Amaria) yang sedang mencari bahan penelitian untuk skripsinya. Air bertemu dengan Drum di rumahnya di pinggir pantai. Mahasiswi tersebut mengatakan bahwa tulisan Drum tidak berbeda jauh dengan sampah. Siapa sangka Drum malah menyekap Air dengan kedua tangan diikat pada ranjang. Konon Drum menggunakan Air untuk mencari wajah Ibunya yang hilang di laut.
BANYU BIRU

"BANYU BIRU merupakan ungkapan jiwa saya sehingga saya tidak mempermasalahkan apakah nantinya akan disukai penonton atau tidak," kata Teddy dalam jumpa pers BANYU BIRU di Jakarta, Rabu.
Dalam film berdurasi 78 menit tersebut, Tora Sudiro memerankan Banyu, seorang pemuda yang tenggelam dalam rutinitasnya sebagai pegawai hypermarket. Dia lantas ingin melakukan "perjalanan" mencari jalan keluar atas masa lalunya.
Perjalanan Banyu membawa dirinya bertemu sejumlah sosok dengan karakter yang berwarna yang tak sengaja menuntunnya menuju jawaban yang selama ini dia cari.
Selain Tora Sudiro, beberapa bintang terkenal lain turut meramaikan BANYU BIRU, seperti Dian Sastrowardoyo, Slamet Rahardjo, Butet Kertaredjasa, Didi Petet, Lidya Cheryel dan desainer kenamaan, Oscar Lawalatta.
Untuk mendukung soundtrack BANYU BIRU, kelompok musik Slank mengaransir ulang tembang klasik JUWITA MALAM karya Ismail Marzuki ke dalam irama punk dan blues sehingga menimbulkan kesan jenaka.
Selain itu, kelompok musik yang terkenal dengan lagu-lagu seenaknya sendiri tersebut juga menggubah sebuah nomor rock ballad bertajuk BIRU khusus untuk film yang berbiaya Rp5 miliar itu.
Senin, Februari 23, 2009
Minggu, Februari 22, 2009
Slank Fest 25 "membumi" Surabaya
.jpg)
.jpg)
.jpg)



Pada ulang tahunnya yang ke 25, SLANK menggelar konser di Surabaya pada Senin (29/12), tepatnya di Lapangan Kodam 5 Brawijaya Surabaya. Konser yang digelar tersebut juga turut dimeriahkan oleh beberapa artis papan atas seperti, Ahmad Albar, Ian Antono, Mulan Jameela, dan Aura Kasih.
Acara yang dimulai pukul 07.30 tersebut, berhasil menyedot ribuan massa yang menamakan dirinya Slankers. Rata-rata, mereka datang dari berbagai penjuru kota, seperti Malang, Lamongan, Mojokerto, hingga Tasikmalaya.
“Saya salut dengan SLANK, karena SLANK bisa tetap eksis di blantika musik Indonesia hingga mencapai usia 25 tahun.”, ucap Mulan Jameela kagum. Di sela-sela performentnya, Mulan Jameela juga mengatakan, “Saya juga akan berusaha, agar bisa tetap eksis seperti SLANK”.
Keluarga dari para personil SLANK, juga datang untuk menyaksikan acara ulang tahun SLank yang ke 25. di sela-sela konser, pihak SLANK juga memutar video klip terbaru dari SLANK sendiri, juga video sejarah terbentukna SLANK.
Pada acara tersebut, Indra mantan keyboardis SLANK, juga turut memeriahkan hari jadi SLANK. Tampak para personil SLANK menyuguhkan permainan musik yang cukup atraktif pada acara tersebut, hingga membuat para Slankers seakan terbius dengan lantunan lirik yang terucap dari mulut Kaka sang Vokalis.
“Acara Ulang Tahun SLANK yang ke 25 ini sangat heboh, karena banyak artis yang memeriahkan, pokoknya kalo nggak dateng, rugi banget, dan buat SLANK semoga Tetap Peace, Love n Respect”, pungkas Yudha, salah satu Slankers Surabaya.
Yamaha Konvoi Cinta Damai Bareng Slank Diawali Dari Palembang

Selasa, 27 Januari 2009
Slank akan tampil dalam acara peluncuran motor Yamaha Vega ZR di Palembang, Selasa (27/1). Bagi Slank, konsernya di Palembang kali ini merupakan yang pertama dalam dua tahun terakhir.

Band yang beranggotakan Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivan (bass) ini sudah tiba di Palembang hari Senin (26/1). Tak lama setelah turun dari pesawat, mereka langsung menggelar pawai dengan sepeda motor.
Bagi pemilik motor Yamaha yang ingin menonton konser caranya cukup mudah. Cukup membawa STNK Yamaha ke 10 dealer Yamaha yang ada di Palembang untuk ditukar dengan pasport nonton konser Slank di Stadion Kamboja. Sedangkan untuk umum yang tidak punya STNK Yamaha, bisa membawa STNK motor lain dan diharuskan membayar Rp 10.000.

Event Yamaha ini tak hanya menyajikan konser Slank. Masyarakat juga bisa menyaksikan peluncuran Vega Jr, test ride Vega Zr, touring Vega, pameran motor Yamaha, aneka games dan lomba termasuk festival band.
Setelah di Palembang, acara bertajuk Yamaha Konvoi Cinta Damai Bareng Slank ini akan digelar di 9 kota lainnya.
Langganan:
Komentar (Atom)
