Sabtu, Februari 26, 2011

Rabu, Februari 02, 2011

Senin, Januari 24, 2011

Maju Bersama Bintang









Sabtu, 16 Januari 2011, salah satu sponsor dr album SLANK yaitu YAMAHA motor mengundang SLANK untuk mengisi salah satu acara mereka mereka yang bertajuk “Maju Bersama Bintang”..
Acara ini juga dihadiri oleh banyak bintang-bintang selain slank, diantaranya BCL, FADE2BLACK, OVJ, dan juara dunia motoGP 2010 (hayo pada tau gak?), kalo loe semua jawab Valentino Rossi, salah banged loe semua..yang hadir disitu salah satu temennya rossi, yapz,Jorge Lorenzo, do’i juga ikut ngeramein acara yang berlangsung di JHCC sabtu, 16 januari 2011.
Gw gak bakal ngebahas seluruh acara disini, yg gw mau bahas cm slank doang,slow aje brur. Di acara ini awalnya SLANK dijadwalin bawain 4 lagu. Gosip jalanan, jurustandur, LOEHARUSGRAK, sama orkes sakit hati. Eh sayang banged, karena kelamaan durasi dan juga molor jadwalnya slank cuma jadi bawain 2 lagu doang, jurustandur dan gossipjalanan. Jadi kurang deh goyangnya, hehehehe.
Dan sayangnya juga perform slank kemaren juga minus mas abdee. Dikarenakan salah satu saudaranya ada yang meninggal dunia.
Tapi disamping minusnya abdeenegara dan slank yang cuma jadi bawain 2 lagu dari 4 lagu, eh ada surprise lain, disini mas ridho nge-jam bareng salah satu gitaris top Indonesia. Baron namanya, hayo slanker pada tau gak, baron itu sapa?hehehehehe….Ternyata Baron itu SLANKER juga lho..hehehehe…
Slank feat Baron ini bawain lagu gossip jalanan, coba deh loe pada bayangin kerennya kaya apa, Ridho disandingin ama Baron?MANSTABS Brads..hehehehehe….
sekian deh laporan dari gw,byar gk cuma bisa ngebayangin, niy gw kasih gambarnya dan kerennya acara tersebut..hehehehe…
PISS, LOVE, UNITY, RESPECT..

Slank Dongs

INDONESIAN WORKER APPRECIATION IN CONCERT 2011 ANSAN, KOREA Sunday, 6 Februari 2011


Sabtu, Desember 25, 2010

Bunda Slank Menerbitkan Buku - Rolling Stone Indonesia



Bunda Slank Menerbitkan Buku - Rolling Stone Indonesia


Merasa belum puas membagikan pengalaman dalam melepaskan tiga personil Slank dari jerat narkoba kepada media massa selama ini, Iffet Veceha Siddharta atau biasa disebut Bunda Iffet akhirnya merangkum semua kisah itu lewat sebuah buku. Rock ‘N Roll Mom, judul buku yang diterbitkan oleh penerbit Hikmah (Kelompok Mizan) itu, secara resmi diluncurkan akhir pekan silam di markas Slank sendiri, Jalan Potlot, Jakarta Selatan.

“Bunda sering diwawancara wartawan televisi tapi merasa tidak puas. Karena wawancara di TV itu nggak lama. Saya ingin membagikan apa yang saya alami ketika mengobati anak-anak ini, tapi rasanya kok banyak sekali,” kenang Bunda Iffet, ibu kandung dari pemain drum Bimbim dan telah menjadi manajer Slank sejak pertengahan 90an.

Jawaban dari keresahan Bunda Iffet tersebut datang pada awal 2009 silam. Yakni setelah pihak penerbit Mizan membaca sebuah artikel panjang mengenai Bunda Iffet di salah satu surat kabar. Penulis yang kemudian dihubungi dan ditawarkan untuk menuliskan memoar mengenai Bunda Iffet oleh Mizan saat itu adalah jurnalis Darmawan Sepriosa. “Saya menyanggupi meskipun saat itu juga menyatakan bahwa saya belum pernah menulis novel,” cerita Darmawan yang kemudian menyatakan bahwa proses pengerjaan buku ini memakan waktu sekitar dua bulan.
Untuk memperkuat kesan feminin gaya bertutur dalam buku ini, penerbit menunjuk Laura Khalida sebagai penyuntingnya. “Sebetulnya tugas saya adalah mendandani buku ini. Mungkin karena Mas Darmawan lelaki dan Bunda perempuan. Jadi maksudnya saya disuruh untuk memberi sentuhan femininnya,” jelas Laura yang mengaku telah melakukan wawancara secara intens dengan Bunda Iffet sebelum menyunting buku ini.

Rock ‘N Roll Mom bukan buku yang ditujukan untuk pembaca ibu-ibu saja. Meski ditulis dalam sudut pandang seorang ibu dan pada sampulnya tertera testimonial dari Giring Ganesha, vokalis Nidji, “Penting untuk dibaca setiap keluarga Indonesia sebagai pedoman mendidik anak.” Menurut vokalis Kaka, ada hal lain yang membuat segmen pembaca buku ini menjadi luas.

“Buku ini juga tentang jatuh bangunnya Slank. Banyak cerita tentang Slank di dalam buku ini. Gue rasa Slankers juga akan tertarik untuk membacanya,” tukas Kaka.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa grup musik Slank pernah sedemikian dekatnya dengan narkotika dan obat-obatan di pertengahan 90an. Hal itu juga yang sempat membuat Slank pecah pada saat penggarapan album keenam, Lagi Sedih. Vokalis Kaka, pemain drum Bimbim dan personil baru pada saat itu pemain bas Ivanka adalah mereka yang sudah diketahui secara luas sebagai tiga personil Slank yang pernah terjerumus. Sedangkan dua personil lain yang masuk menjelang album Tujuh dan sempat ikut pada tur promo album Lagi Sedih, pemain gitar Abdee Negara dan Ridho Hafiedz, dikenal sebagai personil Slank yang ‘bersih’.

Bunda Iffet, yang merasa bahwa kecanduan anak-anaknya sudah tidak tertolong lagi, turun tangan dengan memutuskan menceburkan diri ke manajemen Slank pada tahun 1996 hingga akhirnya bisa membuat Slank berhenti dari narkoba pada tahun 2000. Perjuangan dan kesabaran seorang ibu yang merangkap manajer band itulah yang sedikit banyak tertulis di dalam buku setebal 303 halaman berjudul Rock ‘N Roll Mom ini.

“Hampir semua ibu pada saat itu menyembunyikan anaknya yang kena narkoba. Atau paling bagus dibuang ke pesantren,” ujar Bimbim soal perjuangan ibunya. “Cuma Bunda yang berani bilang dan menyebarkan ke seluruh dunia, ‘nih anak gue pecandu.’ Justru itu jadi semangat dan kekuatan batin bagi anak-anaknya untuk melewati masa-masa kritis itu.”