Rabu, Juli 23, 2008

Bunda Iffet Sidharta


Bunda Iffet Sidharta

Bunda mengeluarkan personel Slank dan para slankers dari kecanduan heroin. Ada perhatian, disiplin, dan kesabaran.

Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim sedang sakaw, kecanduannya terhadap heroin jenis putaw kumat. Mukanya semakin pucat. Tubuhnya semakin gering. Rasa sakit mencabik-cabik. Karena tak tahan, pemain drum grup Slank ini keluar dari rumahnya di Gang Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Saat itu Bimbim sedang menjalani terapi detoksifikasi selama sepuluh hari, metode yang ditawarkan dr Teguh Wijaya. Ibunya, Iffet Sidharta, 69 tahun, yang akrab dipanggil Bunda Iffet, dengan penuh kesabaran mengentaskan putranya dari ketergantungan heroin. Untuk detoksifikasi, Bunda Iffet itu merogoh kocek Rp 20 juta. “Selama dua hari proses detoksifikasi ada sugesti yang tinggi sekali,” kata Bunda Iffet. “Empat hari kemudian ingatannya yang lama muncul kembali.”

Itulah kisah Bimbim tahun 2003. Sekarang ia dan personel Slank lain sudah bebas dari kecanduan yang berlangsung sejak 1994, berkat kerja keras Bunda Iffet. “Saya minta minta dua polisi untuk jaga mereka. Takut bandar datang,” ujar Bunda Iffet.

Mulanya ibu empat anak ini tidak tahu bagaimana mengentaskan anaknya dari kecanduan. Ia pun memutuskan untuk mengawasi para personel Slank lebih ketat. Pekerjaan dan kegiatan organisasinya ia tinggalkan. "Mereka tidak boleh pegang uang dan handphone selama satu setengah tahun. Dan harus ada latihan fisik yang membuat mereka capek."

Menurut Bunda Iffet, jika Bimbim dan rekan-rekannya dibiarkan memegang telepon genggam nanti bisa menghubungi bandar putaw. "Kalau mereka mau sesuatu, bilang sama Bunda dan saya belikan."

Kecurigaan nenek 11 cucu ini terhadap Bimbim bermula dari perubahan perilaku pria 29 tahun itu. "Bimbim orangnya pendiam, tapi tiba-tiba menjadi galak. Kalau panggil pembantu, teriak-teriak."

Setelah tahu anaknya yang drop-out dari Jurusan Manajemen di Universitas Budi Luhur, Tangerang, ini kecanduan serbuk putih ini, sikap Bunda Iffet justru menjadi terbuka. Sebagai ibu, istri Sidharta M Sumarno ini tidak malu atas apa yang dialami anaknya. "Malah saya bilang ke saudara, ke orang lain, bahwa anak saya pemakai. Jadi, dia juga jadi malu," katanya.

Dua tahun setelah mengetahui kondisi Bimbim, pada 1996 Bunda Iffet memutuskan untuk selalu bersama anaknya. Ia pun bergabung dengan manajemen Slank. Ia lebih bersikap sebagai teman para personel Slank. “Bunda mendekat pelan-pelan,” katanya. “Ternyata anak pakai itu tidak boleh dikasari. Kuncinya adalah sabar."

Setiap Slank tur keliling kota pun Bunda Iffet selalu mengikuti. Jika personel Slank molor, ia bersikap seperti satuan pengamanan. Karena, menurut dia, para pecandu seperti personel Slank lemah dalam disiplin. "Dia cuma inget di otaknya besok pagi gue melek. Ada persiapan? Nggak!"

Bunda Iffet harus menahan sedih ketika anaknya harus mengonsumsi putaw sebelum dan sesudah tampil di panggung. Untung ada Abdee Negara ( 39) dan Mohammad Ridwan Hafiedz atau Ridho (34). Dua personel Slank ini tidak doyan putaw. Bunda Iffet pun memanfaatkan dua rekan Bimbim ini untuk menyadarkan anak-anak yang lain agar lepas dari jeratan putaw.

"Kalau habis show, dia sudah nggak bisa ngapa-ngapain. Masuk kamar, makai lagi. Bunda dengan Abdee dan Ridho berusaha menunjukkan ke mereka bahwa sehat itu enak.”

Caranya? Bunda Iffet jalan-jalan keliling kota bersama Abdee dan Ridho, lalu balik ke hotel dengan ceria. "Rupanya itu membuat mereka tersentil juga. Di hati mereka, kok dia bisa, gue nggak bisa?"

Akhirnya pada tahun 1999 putra kedua Bunda Iffet itu meminta diobati. “Saya gembira!” kata Bunda Iffet. “Alhamdulillah! Rupanya doa saya setiap salat dikabulkan Allah! Ini kesempatan saya menjadikan anak saya sehat kembali. Demi anak, apa pun akan saya perjuangkan!”

Setiap tiga bulan sekali Bunda Iffet harus melakukan tes urine Bimbim dan rekan-rekannya. Ia sendiri mengambil tiga baskom contoh urine mereka. “Walaupun lagi latihan, kalau waktunya periksa urine, saya periksa!” katanya.

Namun itu sudah lima tahun berlalu. Kini Bimbim, Akhmadi Wira Satriaji alias Kaka, dan Ivan Kurniawan Arifin sudah tidak kecanduan putaw. Bunda Iffet pun tidak mau menyinggung soal masa lalu mereka. “Itu kan membangunkan sugesti juga kalau disebut-sebut,” katanya.

Walau anak-anak Slank sudah tidak kecanduan, Bunda Iffet masih tetap hati-hati. Ia tak ingin para penggemar Slank, yang biasa disebut Slankers, menulari lagi. Maka ia selalu memeriksa para Slankers yang suka datang ke Jalan Potlot. “Kalau anak-anak masuk ke markas Slank, diperiksa tasnya,” katanya. “Jadi, nggak boleh ada yang pakai atau bawa. Alhamdulillah banyak yang stop, setelah Slank stop."

Bunda Iffet yang sabar dan terbuka membuat Bimbim semakin mengagumi sosok yang satu ini. Ibunya tak pernah mencampakkan seperti ibu lain yang anaknya kecanduan putaw. "Banyak ibu yang malu, malah menutup-nutupi kalau anaknya kecanduan,” kata Bimbim yang kini badannya tidak sekurus dan selayu dulu. “Banyak juga yang membuang anaknya ke pesantren, ke panti rehabilitasi, dan lain-lain. Kalau Bunda, malah bilang ke semua orang, nih gue lagi nyembuhin anak gue."

Tahun lalu Bimbim membuka pusat rehabilitasi bagi pecandu narkotika dan obat terlarang secara cuma-cuma. Tempat rehabilitasi itu ada di rumah Bunda Iffet di Gang Potlot. "Kita kasih makan, minum, tinggal di sini, honor dokter, honor penjaga,” kata Bimbim.

Selama setahun terakhir pusat rehabilitasi itu telah menampung 300 pemakai. Namun sebagian di antaranya hanya mendaftar dan tak kunjung datang. “Mereka yang sembuh diperkerjakan lagi di sini untuk mendidik yang baru masuk, sedangkan yang tidak sembuh direhabilitasi selama tiga bulan lagi,” katanya.

Bim Bim berharap anak-anak yang sudah tidak memakai narkotika mestinya disambut dengan kasih sayang oleh orang tuanya. Tapi banyak orang tua yang mengabaikan mereka hingga anak-anak itu kambuh lagi. “Itu yang kurang dari orang tua," ujarnya.

Kini Bunda Iffet berharap semua orang tua memberikan perhatian pada anak-anak agar tidak tergoda dan terjerat narkoba. "Anak kita juga hidup di lingkungan luar. Biasanya di situ dia terpengaruh." (E2)

BUNDAKU SAYANG


BUNDAKU SAYANG
BUNDAKU SAYANG : KELUARGA,SLANK,DAN BANGSA INDONESIA

Dari buku ini kita dapat tahu seperti apa sih pemikiran2 Bunda Iffet. Ternyata dalam pemikiran seorang Bunda Iffet bukan hanya keluarga yang dia pikirkan. Dibuku ini dibahas tentang Slank, masalah orang tua dan anak, narkoba, sejarah bangsa ini, apa yang terjadi di sekitarnya, bahkan sampai apa yang diinginkan bunda untuk bangsa ini kedepannya dia tulis.

Dari tulisan ini benar2 memperlihatkan seperti apa Bunda sebenarnya. Seorang wanita yang berpikiran kedepan, dan hebantnya dia punya pikiran yang membangun dan tidak pernah menyalahkan orang maupun keadaan. Disini bisa dilihat pada tulisan “kasih sayang orang tua pada korban narkoba”. Dimana saat itu adalah saat yang paling mengenaskan untuk slank yangsudah terjerumus dalam narkoba. Saat itu bunda dengan sabar menghadapi cobaan itu. Dia melakukan pendekatan dengan cara memberikan porsi lebih untuk mendampingi anak2nya. Dan lebih sering lagi berkomunikasi dengan anak2 slank. Mungkin klo kebanyakan orang tua yang punya anak yang bermasalah dengan narkoba pasti malu dan segera memasukkan anaknya ke panti rehab tanpa didampingi.

Buku ini sebenarnya dibuat dalam Rangka Ulang Tahun Bunda Iffet yang ke-67 pada 12 Agustus 2004. selain itu buku ini juga memuat pendapat beberapa tokoh tentang Bunda Iffet. Antara lain Amien Rais, Iwan Fals, Bens Leo, Muamar Emka, dr. Aisah Dahlan, Imran Amir, dan lain lain. Dan juga tak ketinggalan Slank dan Slankers.

Bunda Iffet mengutip kata-kata RA. Kartini “kita boleh modernisasi tapi jangan westernisasi” kata2 ini seakan membuat kita berkaca, bahwa selama ini kita hanya senang mengikuri trend2 barat. Tapi untuk teknologi kita malah ketinggalan jauh.

Overall buku ini bagus. Penuh dengan visi2 membangun, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun bangsa ini.
Thanks Bunda
I Love U
Rock 'n Roll Mom

Sabtu, Juli 19, 2008

Rebel Music, 25 Musisi Pemberontak

Rebel Music, 25 Musisi Pemberontak
[978-602-8097-07-9] Rp.25.000 / Rp.20.000

Rebel Music, 25 Musisi Pemberontak

Tebal : 178 hlm

Ukuran : 14,5 x 20,5 cm

Deskripsi:

Musik adalah salah satu medium perlawanan dan pemberontakan atas kondisi sosial yang timpang. Berbagai genre musik dan sejumlah musisi sudah menyadari hal tersebut sejak awal mereka lahir dan memainkannya. Kritik dan protes pun akhirnya lekat dengan musik, jumlahnya sebanyak para musisi yang meyakini bahwa pembaharuan sosial bisa disuarakan melalui musik.

Kita bisa mencatat nama-nama para pelaku resistensi dan pemberontak dari kalangan musisi tersebut secara lintas-genre. Dalam ranah rock, misalnya band rap-rock Tage Against The Machine (RATM) adalah contoh yang cukup representatif. Bukan hanya karena musik dan liriknya yang mengedepankan kritik politik, namun juga karena para personel band ini sangat aktif dalam gerakan-gerakan politik perlawanan sayap kiri.

Jauh sebelumnya, pada dekade 1960-an, Bob Dylan menjadi sosok penting dalam perlawanan kaum muda terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang melanjutkan perang di Vietnam. Pada masa ini pula muncul konser musik yang kental dengan etos perlawanan yaitu Festival Woodstock.

Musik pun kemudian bisa dilihat dari semangat anti-kekerasan, suatu protes, serta ajakan pembaharuan, melalui lirik-lirik lagu yang ditulis oleh para musisi. Gerakan punk, misalnya lahir karena kebosanan anak-anak muda pada represi politik yang dilakukan oleh para penguasa. Itulah kenapa dulu juga muncul gerakan-gerakan perlawanan yang dekat dengan perkembangan musik, seperti yang tampak dalam kelahiran Kiri Baru (New Left) dan Generasi Bunga (Flower Generation). Sikap resistensi dan kemajuan musik kemudian disatukan untuk menegaskan pentingnya semangat perdamaian, persatuan, dan kampanye anti-kekerasan.musik lantas menjadi salah satu aparatus kebudayaan dan gerakan yang bisa dilakukan secara nyata oleh para musisi dan dirasakan juga oleh para penggemarnya.

Buku ini memberikan contoh 25 orang pelaku di bidang musik yang mempunyai semangat perlawanan dan membela kepentingan masyarakat melalui karya-karyanya. Orang-orang tersebut berasal dari berbagai zaman, lokasi, dan genre musik. Beberapa dari mereka sudah meninggal dunia, beberapa lainnya masih terus berkarya hingga sekarang. Dari pengalaman mereka itulah kita bisa terus mereflesikan pentingnya pembaharuan dalam kehidupan yang selama ini belum berjalan secara adil dan menyenangkan.

The Best Albun SLANK Plus

The Best Albun SLANK Plus

JUDUL : The Best Albun SLANK Plus
PENGARANG: Tim Oryza [Penyusun]
PENERBIT : ORYZA. Jl. Nyutran MG II/1466 Yogyakarta Telp. [0274] 450171
CETAKAN :
ISBN : 979-3189-46-0
HALAMAN : 176
[Buku ini memuat lirik lagu yang bikin heboh itu, GOSIIP JALANAN, tepatnya di halaman; 20.


Isi liriknya:
GOSSIP JALANAN

Pernahkah lu dengar mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi,..pengawal pribadi
Apa lu tau mafia narkoba
Kluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati…tapi bisa ditunda
Siapa yang tau mafia slangkangan
Tempatnya lender lender berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Tangan kana hukum dikiri pidana
Dikasih uang… habis perkara
Apa benar .. ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Jual beli ..su..suara rakyat!
Mau tau ‘gak mafia di senayan!
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ..ujung-ujungnya duait!
Kacau balau negaraku ini
Pernah dengar ‘gak triakan Allhu Akbar..?
Pajke peci…tapi kelakuan bar-bar
Ngerusakin bar orang ditampar
Kacau balau negarakun ini
Kacau balau negaraku ini.


Jumlah lagu Slank di buku ini sebanyak 69 lagu.]

Jumat, Juli 18, 2008

Sekilas SLANK

Sekilas SLANK

SLANK berdiri pada tanggal 26 Desember 1983 dengan personil awal Bimbim, Kiki, Denny, Bongky dan Erwan. Setelah 13 kali bongkar pasang personil, SLANK berhasil merilis debut albumnya yang bertitel “Suit-Suit…Hehe (Gadis ), Desember 1990.

Formasinya saat itu adalah Bimbim (drum), Kaka (vokal), Bongky (bass), Indra Qadarsih (keyboard) dan Pay (gitar).

Setelah menghasilkan 5 album studio dan 5 album the best, SLANK mengalami keretakan di tahun 1996. Bongky, Indra dan Pay hengkang dari SLANK. Tinggallah Bimbim dan Kaka mencoba meneruskan SLANK dengan dibantu oleh Reynold (gitar) dan Ivanka (bass). Formasi transisi ini menghasilkan album “Lagi Sedih”.

Menjelang akhir 1997, duo gitaris sekaligus, Abdee dan Ridho bergabung di SLANK menggantikan Reynold. Album “Tujuh” yang rilis awal 1998 adalah album pertama formasi Bimbim, Kaka, Ivanka, Abdee dan Ridho ini dengan hits “Balikin” yang sukses diterima oleh pecinta musik Indonesia, khususnya Slankers.

Tahun 2007 ini, di ulang tahun SLANK yang ke-24, sekaligus menandai perjalanan 10 tahun formasi Bimbim, Kaka, Ivanka, Abdee dan Ridho mengibarkan bendera SLANK. Telah 9 Album studio, 3 album live, 1 album sound track dan 4 album the best serta 5 buah VCD / DVD konser mereka hasilkan.

24 Tahun tentunya sebuah perjalanan yang cukup panjang untuk sebuah band di Indonesia.

Informasi lebih lanjut hubungi :

PULAU BIRU PRODUCTION

Jl. Potlot III No. 14 Duren Tiga, Telp (021) 7919 6819, Fax (021) 7919 3437

Jakarta Selatan 12760. Email

24th SLANK FEST

ALBUM DISCOGRAPHY SLANK

1. Suit-Suit He...He.../Gadis - Desember 1990

2. Kampungan - Desember 1991

3. Piss - Desember 1993

4. Generasi Biru - Desember 1994

5. Minoritas - Januari 1996

6. Lagi Sedih - Februari 1997

7. Tujuh - Januari 1998

8. Mata Hati Reformasi - Mei 1998

9. 999+09 (Double Album)- Oktober 1999

10. Virus - September 2001

11. Satu Satu - Maret 2003

12. Road to Peace - Mei 2004

13. PLUR - Desember 2004

14. Slankissme - Desember 2005

15. Slow But Sure - Maret 2007

16. SLank & The Big Hip - Juli 2008


LIVE DISCOGRAPHY

1. Konser Piss 30 Kota (Live Album) - November 1998

2. Slank Virus Road Show (Live Album) - Februari 2002

3. Slank Bajakan (Kompilasi Live) - Oktober 2003


BEST DISCOGRAPHY

1. The Best 1
2. The Best 2
3. The Best 3
4. The Best 4
5. The Best 5
6. de’ Bestnya Slank

AUDIO / VISUAL

1. VCD Karaoke X-1 dan X-2
2. VCD Virus Road Show
3. VCD Road to Peace
4. DVD Road to Peace
5. VCD Reborn Republic
6. VCD Karaoke Slow But Sure

SOUND TRACK

1. Novel Tanpa Huruf "r" (Layar Lebar)
3. Banyu Biru (Layar Lebar)
3. Original Sound Track Get Married (Film Layar Lebar)
4. Anak Menteng (Sinetron)
5. PLUR The Movie
6. Generasi Biru (next on)


24th SLANK FEST

REPACKAGE

SLANKOGRAPHY (November 2006)

REPACKAGE ALBUM-ALBUM SLANK

1. Slankography (Suit-Suit He...He.../ Gadis )

2. Slankography (Kampungan)

3. Slankography (Piss)

4. Slankography (Generasi Biru)

5. Slankography (Minoritas)

6. Slankography (Lagi Sedih)

7. Slankography (Tujuh)

8. Slankography (Mata Hati Reformasi)

9. Slankography (999+09 (Double Album)

10. Slankography (Virus)

11. Slankography (Satu Satu)

REPACKAGE BEST ALBUM

1. Slankography (The Best 1)

2. Slankography (The Best 2)

3. Slankography (The Best 3)

4. Slankography (The Best 4)

5. Slankography (The Best 5)

6. Slankography (de’ Bestnya Slank)

7. Slankography (The Best 7 / Low)

8. Slankography (The Best 8 / Mid)

9. Slankography (The Best 9 / High)

24th SLANK FEST

AWARDS / Nomination

BASF Awards Best Selling Album 1990 / 1991 for Rock Category.

BASF Awards Best Selling Album 1991 / 1992 for Pop Rock Category.

BASF Awards Best Selling Album 1993 / 1994 for Rock / Alternative Category.

BASF Awards Best Selling Album 1994 / 1995 for Rock Category dengan meraih predikat Double Platinum Album Category.

Video Klip Favorit dari VMI (Video Musik Indonesia) 1994 / 1995 untuk lagu ”Terbunuh sepi”.

Video Klip Terbaik Sepanjang Tahun 1995 1996 untuk lagu ”Terbunuh Sepi”.

Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) Best Song & Best selling Album & Best Pop / Rock Band – 1998.

Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) Best Rock Album – 1999.

MTV Indonesia Music Awards 2002, ”Best Video Clip Model” & ”Best Video Clip -Director”.

SCTV Music Awards Nominator – 2003.

MTV Asia Awards Nominator – 2003.

Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) Duo / Group Rock Terbaik – 2003.

Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) Produser Album Rock Terbaik – 2003.

Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) Album Rock Terbaik – 2003.

SCTV Music Awards Nominator – 2004.

MTV Asia Awards Nominator – 2004.

Anugerah Musik Indonesia (AMI Samsung Awards) Lagu Rock Terbaik – 2004.

Anugerah Musik Indonesia (AMI Samsung Awards) Album Rock Terbaik – 2004.

1st Indonesian MTV ICON – 2005.

MTV Asia Aid, Bangkok (for Tsunami Relief) – Participant – 2005

International Event

Slank Charity Concert for Maluku Conflict. Tokyo & Nagoya, Japan, 11 – 13 Februari -2000.

Shout Asia, Seoul, Shout Korea, 28 Juni 2003.

Slank Charity Concert, Osaka & Nagoya, Japan, 14 – 15 Agustus 2004.

MTV Asia Aid, Bangkok, Thailand, 10 Februari 2005.

Echo Asia Music Concert, Gwangju, South Korea, 7 Oktober 2005.

Slank Winter Tour, Charity for Sumatera, Nagano, Japan, 2 Januari 2006.

Album Launch ”Slank Since 1983”, Malaysia, 20 Februari 2006.

Slank America Tour 2006, LA, San Fransisco, DC, New York, USA 4 – 14 September- 2006.

Celebrate Concert Feat Slank, Kuala Lumpur, Malaysia, 5 Januari 2007.

Slank - Since 1983 - Malaysia Edition

Slank - Since 1983 - Malaysia Edition

Senin, Juli 14, 2008

Generasi Biru


Siapa yang tak kenal nama Slank di kancah musik? Tapi kali ini mereka akan merambah dunia layar lebar. Sebagai pemula, Slank mengaku siap disiksa.

Film Slank akan menjadi sebuah film semi dokumenter bertajuk 'Film Generasi Biru' garapan Garin Nugroho. John De Rantau yang sukses dengan 'Denias: Senandung di Atas Awan' menjadi penulis skenario. Nantinya film ini akan berisi sekitar 20 lagu Slank yang diterjemahkan dalam gambar.

"Kaka pernah bilang ke gue, kita siap deh disiksa. Mau diapain juga siap demi film ini," ujar Bimbim sang drummer ditemui di Gedung Kertaniaga, Kawasan Kota Tua, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2008).

Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho dan Ivanka akan berperan berdampingan dengan Nadine Chandrawinata di film tersebut. Ada banyak peran yang harus dimainkan mereka. Karena tak hanya satu cerita yang disuguhkan. Sebanyak 20 cerita hadir mengikuti lirik dan kisah lagu-lagu Slank.

"Kita ini ngebuat film untuk anak gue. Ini perjalanan Indonesia dari 1983 sampai 2008. Ini menggambarkan kancah anak muda di kacamata Slank khususnya. Ini film idealisme yang bakal laku," puji Bimbim untuk film yang akan mengambil waktu syuting sepanjang Juli ini.