Kamis, Juli 30, 2009
Generasi Biru.


Generasi Biru.
Aku bukan pion pion
Aku nggak suka di atur-atur
Jangan coba-coba halangi aku
karna aku Generasi Biru
Aku gak mau di rekayasa...
Aku ingin berpikir merdeka
Jangna coba-coba untuk memaksa
karna aku Generasi Biru....
Biru.....Biru.....Biru....Biru.....
Generasi Biru
Biru.....Biru.....Biru....Biru.....
Generasi 2000
Biarkan kuterbuka lebar
Nggak perlu tutup mataku
Aku ingin melihat jelas
Ini jaman Generasi Biru
Biarkan kuteriak lantang
Untuk apa sumbat mulutku
Kuingin bernyanyi keras
Ini lagu Generasi Biru
Aku bukan anakmu
Aku cuma titipan
Mimpiku milikku
Aku ciptaan Tuhan
Minggu, Juli 26, 2009
Sabtu, Juli 25, 2009
Misteri Perut & Pusar "Album Virus"

Ingat dgn sampul kaset album VIRUS? Ya, gambarnya memang cukup unik, perut rata dengan pusar kelihatan n' tulisan Slank seperti dilukis. Ternyata ada hal menarik dibaliknya. Apa itu?
Tahu siapa pemilik perut indah misterius itu? Aha, Bunda Iffet akhirnya buka kartu. "Itu perut dan pusar Angel Lelga,"
Angel adalah calon selebritis yang melejit karena ’kepergok’ satu kamar di apartemen dengan Rhoma Irama. Angel juga sudah diisukan menikah bawah tangan dengan raja dangdut tersebut. Jadi, secara ’gosip’ Angel memang sedang menjadi buruan wartawan.
Kenapa Angel? Bkan Mas Bimbim..? he he
Ternyata Dia teman Tascha, istri Kaka. Lagian kan dia sudah pernah bantuin Slank jadi cover kaset meskipun cuma pusar dan perutnya saja," kata Bunda sambil tersenyum. Ok, jadi terjawab sudah siapa pemilih perut dan pusar yg jadi ’virus’ itu..
Senin, Juli 20, 2009
Kesal Kepada Pelaku Bom, Kaka "Slank" Hadiahi Bokong

Geram terhadap pelaku bom JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kaka "Slank" menghadiahi bokong kepada mereka. Di panggung Anugerah Planet Muzik 2009, yang dihajat di Plennary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (18/7), Kaka memelorotkan celananya dan menunjukkan celana dalamnya yang bertuliskan "Bombers Kiss My Ass".
"Gue cuma ingin menyampaikan pernyataan untuk musibah itu, karena kalau secara lisan pasti kepanjangan. Ini cara gue nyampaikan kemurkaan gue, karena memang ini musibah yang membuat kita murka," ujar Kaka.
Aksi teror bom yang kembali terjadi di Indonesia telah membuat Slank geram. "Tadinya gue mau buat pernyataan khusus, mumpung ada event besar siapa tahu ini jadi perhatian besar, tapi gue enggak punya waktu untuk menyampaikan secara lisan. Jadi tadi itu tanda ketidaksukaan gue terhadap mereka," tutur vokalis Slank ini seusai menerima penghargaan.
Jika ada pihak yang menilainya tak berlaku sopan dengan memelorotkan celana di depan umum, Kaka mengaku tak peduli. Ia sendiri tidak merasa takut bakal menuai protes atau kritikan. "Enggak juga karena gue enggak melakukan apa-apa, ini cara gue untuk menunjukkan anti terhadap orang penakut itu. Gue siap untuk bersatu untuk memerangi hal yang seperti ini," tegas Kaka.
Dengan adanya peristiwa pengeboman tersebut, Kaka meminta agar pemerintah dan pihak keamanan agar meningkatkan lagi kewaspadaannya dalam menjaga keamanan. "Kenapa begitu lengahnya, Seharusnya semuanya lebih diperhatikan keamanannya, jangan lengah dan angin-anginan," harapnya.
Malam itu, grup musik Slank mendapat penghargaan untuk Lagu Terbaik Indonesia dengan judul "Kuil Cinta" ."Gue mewakili teman-teman Slank, sebenarnya juga enggak tahu akan dapat penghargaan ini," ujar Kaka.
Slank Tetap Dukung Antasari
Kelompok musik Slank, Senin (4/5) pagi datang lagi ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tetap memberi dukungan terhadap pemberantasan korupsi yang selama ini secara konsisten ditegakkan oleh lembaga antikorupsi tersebut. Mereka juga mengatakan, apa yang sedang menimpa Antasari Azhar, Ketua KPK non-aktif, hanya merupakan rintangan.
"Pokoknya, kami akan terus fight against corruption with our leader, Antasari. Kalau menurut teori konspirasi, kasus ini menunjukkan koruptor makin kuat," ujar Bimbim, pemain drum Slank, kepada para wartawan di KPK seusai bertemu dengan pimpinan KPK. "Perjuangan harus terus dilanjutkan. Ini (kasus Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali) hanya sebagai rintangan," kata Kaka, sang vokalis. "KPK harus tetap fokus kepada pemberantasan korupsi," timpal satu dari dua gitaris Slank, Abdee. "Kasus ini telah menjadi kegundahan kita bersama. Pemberantasan korupsi harus jalan terus," ucap Ivanka, si pemain bas. "Proses hukum harus berjalan terus. Kita dukung KPK agar semakin kuat dan independen," tambah satu lagi gitaris Slank, Ridho.
Sementara itu, Deputi Pencegahan KPK, Eko Ciptadi, mengatakan, Slank merupakan tamu pertama yang memberi dukungan kepada KPK sejak Ketua KPK non-aktif, Antasari Azhar, diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Nasrudin. "Inilah teman sejati KPK, karena concern ketika kita mendapat masalah," ujar Eko
"Pokoknya, kami akan terus fight against corruption with our leader, Antasari. Kalau menurut teori konspirasi, kasus ini menunjukkan koruptor makin kuat," ujar Bimbim, pemain drum Slank, kepada para wartawan di KPK seusai bertemu dengan pimpinan KPK. "Perjuangan harus terus dilanjutkan. Ini (kasus Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali) hanya sebagai rintangan," kata Kaka, sang vokalis. "KPK harus tetap fokus kepada pemberantasan korupsi," timpal satu dari dua gitaris Slank, Abdee. "Kasus ini telah menjadi kegundahan kita bersama. Pemberantasan korupsi harus jalan terus," ucap Ivanka, si pemain bas. "Proses hukum harus berjalan terus. Kita dukung KPK agar semakin kuat dan independen," tambah satu lagi gitaris Slank, Ridho.
Sementara itu, Deputi Pencegahan KPK, Eko Ciptadi, mengatakan, Slank merupakan tamu pertama yang memberi dukungan kepada KPK sejak Ketua KPK non-aktif, Antasari Azhar, diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Nasrudin. "Inilah teman sejati KPK, karena concern ketika kita mendapat masalah," ujar Eko
Slank 103 Persen Dukung Anti-korupsi

Slank, yang selama ini sudah dikenal dengan dukungan mereka terhadap pemberantasan korupsi, kembali menegaskan sikap mereka itu dengan ambil bagian dalam acara deklarasi Cinta Indonesia Cinta KPK (CICAK).
Di Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (12/7), Slank--Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas)--menyatakan lagi memberi dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang, menurut gerakan CICAK, masih saja dihantam oleh berbagai pihak yang merasa terganggu akan keberadaan dan perjuangan KPK.
"Deklarasi CICAK ini bagus, karena memberantas korupsi harus sama-sama, enggak bisa KPK sendirian. Kami pun harus memberi dukungan nyata," ujar Bimbim. "Sudah sejak dulu dukung KPK. Dulu 100 persen, sekarang 103 persen," kata Kaka. "Mudah-mudahan dengan slogan CICAK ini, anak kecil juga bisa tahu. Apalagi, siapa sih anak kecil yang enggak tahu cicak, dan itu juga ada lagunya," timpal Bimbim.
Dukungan paling nyata band yang lahir di Gang Potlot tersebut tentu saja berupa lagu-lagu yang menyentil korupsi dan koruptor. "Kami musisi. Cara kami mendukung bisa lewat lagu-lagu yang kami nyanyikan, liriknya, yel-yel di atas panggung, ajakan untuk menyadarkan generasi di bawah kami untuk anti-korupsi," papar Kaka. "Di atas itu, sudah bukan tugas kami, nanti kami kualat," tambahnya dalam seloroh.
Slank tak henti melancarkan provokasi anti-korupsi melalui lagu-lagu mereka. "Dari tahun 1990-an, ada lagu yang buat koruptor, sampai sekarang," ucap Bimbim. "Lagu yang (liriknya berbunyi) 'Memang jaketku kotor, asal bukan seperti koruptor', dan lagu Apatis Blues," tambahnya sambil menyanyikan sepenggal lirik lagu itu. "Ibaratnya, dalam bahasa politk, provokasi. Tapi, kami mengajak orang untuk sadar dan anti-korupsi," terang Kaka. "Intinya, lebih mengajak orang care lah," ujar Ivan menyimpulkan.
Di atas pentas CICAK, Slank membawakan lima lagu dengan lirik bertema anti-korupsi dan semangat untuk hidup. Sebut saja, Seperti Para Koruptor dan Slank Dance. Beberapa puluh Slanker dari sekitar Tugu Proklamasi, dengan membawa bendera-bendera Slank, menonton aksi mereka sembari ikut bernyanyi lantang dan bergoyang.
Slank juga rela tak dibayar untuk tampil dalam setiap acara yang digelar oleh KPK. "Dari pertama kali ngeluarin album, independen, kami enggak pernah dibayar, enggak ada produser, produksi sendiri tanpa modal orang. Ini kepuasan, enggak terbayar," cerita Bimbim. "Dari zaman Pak Taufiqqurahman Ruki, kami sudah jadi ikon. Sampai sekarang, Pak Antasari Azhar kami dukung terus tanpa putus harapan," tegas Kaka.
Selanjutnya, Slank mengincar rekan-rekan mereka, sesama artis musik, sebagai target penularan "virus" anti-korupsi itu. "Kami incer teman-teman seniman. Sebelum mereka berniat jahat, kami tegur duluan," pungkas Bimbim.
Langganan:
Komentar (Atom)





