Kamis, November 13, 2008

10 Band Slankers Rekaman


JAKARTA - Ini memang bukan lomba band gede-gedean. Tapi, para terbaiknya juga diberi hadiah rekaman album kompilasi dan workshop musik.

Minggu (6/7), pagi hingga sore, di Lapangan Tembak Yonif 201 Jaya Yudha, Gandaria, Jakarta Timur, telah digelar serangkaian kegiatan Slankers Day, hari khusus bagi para penggemar grup Slank untuk berekspresi dan berkreasi. “Ide untuk mengadakan Slankers Day datang dari Slankers sendiri. Kata mereka, kalau biasanya Slank yang berekspresi den berkreasi, sekarang giliran Slankers,” terang Bimbim (drum) sekalian mewakili Kaka (vokal), Abdee (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas).

Sebagai bagian dari acara tersebut, diselenggarakan kontes band Slankers tingkat final. “Selama ini, tujuh tahun, lomba band Slankers sudah mereka adakan di masing-masing daerah,”

Sepuluh (10) band Slankers, yang tentu saja para anggotanya merupakan Slankers, ditampilkan sekaligus dinilai oleh juri pada acara itu. Mereka bisa ke Jakarta setelah lulus dari audisi yang dilakukan di enam wilayah oleh masing-masing SFC (Slank Fans Club). Mereka adalah Anak Mami dan Ezza and Friend band dari Jawa Barat; Dead Soeroto dan Keisha Band dari Jakarta dan Banten; Parah Stones dan Niesstri Band dari Jawa Tengah; Ozon Band dari Sumatera; Luv Band dan JE BE Band dari Jawa Timur; dan Snack Band dari Sulawesi. Di Jakarta, setiap band tersebut membawakan satu lagu Slank dan satu lagu ciptaan sendiri.

Lanjut Bimbim, lomba itu bukan betul-betul kontes. “Semuanya, sepuluh-sepuluhnya, juara. Semuanya mendapat hadiah rekaman album kompilasi,” katanya. “Selain itu, selama beberapa hari di (Jalan) Potlot (Jakarta Selatan, markas Slank), semuanya akan mendapat kesempatan ikut workshop musik. Mereka akan mendapat pengetahuangimana bikin komposisi dan lirik, manajemen musik, dan pengertian tentang semangat cinta terhadap Tanah Air, perdamaian, dan lain-lain yang dituangkan ke dalam musik,” katanya lagi.

Sementara itu, diterangkan oleh Iffet Sidharta, manajer Slank, rangkaian kegiatan tersebut diadakan dengan dana yang digalang oleh SFC-SFC. “Kami cuma memberi informasi tentang pihak-pihak mana saja di wilayah-wilayah mereka yang bisa mensponsori kegiatan itu. Bahkan, 10 band yang lulus audisi berangkat ke Jakarta dan pulang ke masing-masing daerah dengan dana yang dikumpulkan oleh SFC-SFC,” tutur perempuan yang biasa dipanggil Bunda tersebut.

Di panggung Slankers Day, selain tentu saja Slank, tampil pula The Changcuters, Steven & the Coconut Treez, dan Melanie Subono. Slank dan Slankers berharap Slankers Day bisa digelar setiap tahun.

SLANK @t vienna ..baltimore..Philadelphia


SLANK baru aja menggelar Konser di Vienna, Virginia … dari Vienna SLANK meneruskan Tour nya ke baltimore, dengan menggunakan bus. Show di Baltimore dan Philadelphia Slank menjadi menkadi pembuka The Underwater Dan setelah itu langsung menuju Boston dan parkir diBill’s Bar, club tempat Slank akan show malamnya dan Ridho diarahkan langsung ke Boston untuk bergabung di Tur-tur selanjutnya…

DPR Ancam Pidanakan Slank


Lagunya Dianggap Menghina

JAKARTA – SURYA - Politisi Senayan main ancam pidana hanya gara-gara syair lagu. Mereka kebakaran jenggot pada kritik Slank, grup band dengan penggemar fanatik terbesar, yang baru saja jadi alat kampanye Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politisi itu pun mengancam akan melaporkan Slank. Pemicunya, Badan Kehormatan DPR menganggap potongan syair dalam salah satu lagu karangan Slank berisi hinaan kepada anggota DPR.

"Lagu tersebut sangat menyakitkan bagi anggota Dewan dan keluarganya karena dinyatakan bahwa DPR sebagai lembaga pembuat UU sekaligus pelaku korupsi," ujar Ketua BK DPR Irsyad Sudiro usai menemui seniornya, Ketua DPR Agung Laksono di kantornya, Senin (7/3).

Politisi Golkar itu tak terus terang soal nama grup band itu. Ia cuma bilang, grup band itu sedang ada kerjasama dengan KPK. Sementara, Wakil Ketua BK Gayus Lumbuun memastikan, DPR akan melaporkan ke aparat hukum, setelah melengkapi bukti. "Grup band ini komersial, bukan seperti LSM yang dalam menyuarakan keburukan DPR tidak secara komersial. Ini bentuk komersialisasi yang tidak benar,” katanya.

Politisi PDIP itu begitu percaya diri, harkat, martabat dan kehormatan bangsa terletak di DPR. “Sehingga ada batasan dan etika untuk mengkritik." Bukankah jauh sebelum Slank, sudah ada lagu olok-olok untuk DPR dari Iwan Fals?

Gayus menganggap, kritik Iwan Fals lewat Wakil Rakyat masih bersifat membangun, relevan dan tidak komersial. “Karakter Iwan Fals juga tidak komersial, berbeda dengan lagu grup band yang kami maksudkan,” katanya.

Gayus menekankan lagi, setiap warga negara berhak membela kehormatannya jika dituduh berbuat tidak benar. "Presiden saja, dituduh kawin lagi tanpa bukti, orangnya dihukum kok walaupun cuma percobaan. Apalagi ini dituduh korupsi tanpa bukti apapun," tandasnya. warkot

Bunda Ifet: Nggak Nyebut DPR, Kok

Mau tau gak mafia di Senayan?
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Itulah potongan syair dari lagu Gosip Jalanan karangan Slank. Lagu itu bagian dari album Plur yang dirilis tahun 2004. Slank sebetulnya bukan sekali ini bikin lagu bernuansa kritik keras.
Jauh sebelum politisi macam Irsyad Sudiro atau Gayus Lumbuun ngetop, Slank berani menyentil kebrengsekan Orde Baru. Jatuh bangun sejak 1983, personel Slank sekarang adalah Bimbim, Kaka, Ridho, Abdee dan Ivan.

Mereka menciptakan komunitas penggemar fanatik yang identik dengan antikemapanan, urakan tapi melek politik. Bunda Ifet, ibu kandung Bimbim sekaligus manajer Slank, mengaku terkejut saat dikonfirmasi tentang ancaman DPR itu. Ia balik mempertanyakan, atas dasar apa DPR tersinggung terhadap syair Slank. "Coba dibaca aja syair lagunya, nggak nyebut-nyebut DPR, kok," kata Bunda Ifet kepada Surya.

Sosok ibu yang juga disegani penggemar Slank itu menambahkan, gosip jalanan adalah hal yang lumrah untuk menyebut apa saja. "Namanya juga gosip jalanan, boleh dong kita bilang apa aja. Tapi kita emang nggak sebut DPR," tandasnya. Lagu Gosip Jalanan juga dinyanyikan Slank di kantor KPK, 24 Maret lalu. Lagu itu bagian dari 13 lagu bernada antikorupsi yang disatukan dalam album Antikorupsi.

"Cara yang kami ambil adalah dengan terus bernyanyi dan menyadarkan bahwa korupsi itu kejahatan, penghianatan malah. Kami sangat tersentuh dengan korupsi yang hari ini juga masih merajalela,” kata Kaka, vokalis Slank, saat itu.

Kaka membantah dukungannya pada KPK semata karena uang. "Ini tidak dikontrak, ini panggilan nurani. Kayak enggak kenal Slank aja. Kami bukan mau jadi pahlawan, tapi kami enggak mau jadi pengkhianat bangsa," kata Kaka.

Slank Tantang DPR


Slank Tantang DPR Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Wednesday, 09 April 2008
Image *Slankers Siap Dibui
Surabaya-Surya - Niat Badan Kehormatan (BK) DPR yang akan menempuh langkah hukum terhadap Slank, ditanggapi oleh para penggemar kelompok musik itu. Para Slankers (julukan fans Slank) siap bergerak jika DPR terus mempersoalkan lirik lagu Slank yang dinilai melecehkan wakil rakyat itu

Tak hanya Slankers, Oi (komunitas penggemar Iwan Fals) dan Baladewa (fans grup band Dewa 19) juga akan berdiri di belakang Slank untuk menghadapi upaya pemberangusan terhadap kreativitas seni.

“Apa yang disampaikan DPR itu sudah berlebihan, wong lirik lagu seperti itu saja diributkan. Sikap seperti itu jangan-jangan malah menunjukkan bahwa mereka sebenarnya seperti yang disebutkan dalam lirik lagu itu,” ujar Ariska, salah seorang Slankiss (panggilan Slankers Surabaya).

Ia menambahkan apa yang disampaikan Slank melalui lagu-lagunya merupakan sebuah bentuk kreativitas seniman. “Indonesia ini kan negara demokrasi,” tegas Ariska, Selasa (8/4).

Untuk diketahui, sejumlah anggota DPR `kebakaran jenggot` terhadap lirik lagu dalam album kompilasi Slank, yang diluncurkan saat kampanye antikorupsi di kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada 24 Maret lalu.

Yang dipersoalkan adalah lirik dalam lagu Gossip Jalanan. Lirik dalam lagu itu dinilai menyudutkan DPR sebagai lembaga yang korup. Bagian dari lirik lagu yang dinilai melecehkan DPR itu adalah berikut ini: Mau tau gak Mafia Senayan, Kerjaannya tukang buat peraturan, Bikin UUD...ujung-ujungnya duit
Atas lirik lagu itu, BK DPR diberitakan akan menempuh langkah hukum, menuntut Slank.

“Ini grup komersial, bukan LSM. Kalau memojokkan seseorang itu ada hukumnya. Seluruh bangsa di negara ini, kehormatannya ada di gedung DPR ini. Ini rumah rakyat," kata Wakil Ketua BK DPR, Gayus Lumbuun, menerangkan alasan rencana gugatan tersebut. Gayus memang tak menyebut jelas nama Slank, tapi yang dimaksudkannya adalah grup band itu.

Irsyad Sudiro, Ketua BK DPR, menyebut syair dalam lagu tersebut sangat menyakitkan anggota DPR karena DPR dituding sebagai lembaga pembuat UU (undang-undang) sekaligus pelaku korupsi.

“Lirik lagu ini juga menyakitkan anggota keluarga DPR,” kata Irsyad.
Menurut Ariska, meski saat ini para Slankiss memilih mengamati perkembangan kondisi, mereka akan bergerak jika manajemen Slank Surabaya membuat kesepakatan. “Bagi kami Slank itu sudah mendarah daging, lihat saja nanti,” tambah Slankiss yang berstatus mahasiswa itu.

Sementara itu, salah satu dedengkot Slank fans club Surabaya, Ida menyatakan para Slankiss memberi dukungan moral penuh pada Slank. “Sakitnya Slank, sakitnya kami juga,” tegas Slankers yang disebut sebagai 'bunda'nya Slankiss itu.

Meski demikian, ia mengaskan pada dasarnya Slankers tidak pernah tertarik untuk hal berbau politik. Mereka berusaha berdiri di atas semua golongan, berdasarkan falsafah Slankisme yang mereka anut. “Saya yakin Slanker Indo akan datang untuk mendampingi presiden rock n' roll.
Jangankan disuruh demo, kalo beliau menyuruh anarkis pasti Slankers mau, tapi moga-moga aja tidak. Hanya Slanker yang tahu jiwa Slank,” tambah Ida. Yang dimaksudkan dengan presiden rock n`roll itu adalah BimBim, penggebuk drum dan juga pencipta lagu Slank.

Tak Tahu Slank
Sementara itu, keluarga besar Slank, baik itu para personelnya (Kaka, BimBim, Ridho, Abdee dan Ivanka maupun sang manajer Bunda Ifeth) menanggapi santai kabar marahnya DPR. Mereka malahan balik menyentil DPR.

"Kalau para dewan yang terhormat tidak merasa seperti yang ada di lagu itu, ya harusnya tidak tersinggung dong. Lagu itu kan judulnya Gossip Jalanan. Jadi liriknya terinspirasi dari apa yang kami dengar di jalanan. Dan yang kami dengar ya seperti itu. Semua di lirik itu adalah pertanyaan `benar nggak sih?`," ujar BimBim saat ditemui Surya di markas Slank, di Jl Potlot III, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (8/4) siang.

Menurut BimBim, setiap kali Slank membuat lagu, itu adalah dimaksudkan untuk membuat perubahan. Ia berharap, dengan adanya lagu itu, akan mempercepat adanya perubahan ke arah yang lebih baik. BimBim yang seringkali mencipta lagu-lagu Slank, mengaku melek berita. Mereka tiap hari mengakses berita baik dari media cetak maupun media online. Juga, ada cabang Slank di 80 kota di Indonesia, yang menurutnya kritis dalam menyampaikan kritik.

Tapi, kata dia, itu hanya referensi. Sesuatu baru akan menjadi lagu kalau para personel Slank mengalami sendiri atau orang terdekat Slank mengalami kejadian. Khusus Gosip Jalanan, BimBim mengaku mendapat inspirasi dari banyak hal. Termasuk pengalaman ayahnya.

"Bokap gue anggota sebuah asosiasi, kalau ketemu DPR saja mesti janjiannya panjang dan semua ada nilainya. Dan di lagu itu, bukan hanya ngomongin mafia Senayan tapi banyak mafia, dari konstitusi, peradilan. Semuanya kita omongin, referensinya dari gosip jalanan," cerita BimBim.

Karenanya, BimBim mengaku heran dengan sikap yang ditunjukkan BK DPR. Menurutnya, selama 24 tahun Slank eksis di belantara musik Indonesia, lirik-lirik lagu Slank memang berisi sentilan terhadap ketidakberesan yang terjadi di sekitar mereka. Dan sentilan itu dikemas dengan gaya bahasa Slank. Bahasa anak muda yang slengean. Ia menyebut, perkataan Gayuus tersebut mencirikan bahwa politisi asal Fraksi PDIP itu tidak tahu keberadaan Slank.

Dukungan bagi Slank tidak datang hanya dari para Slankers. Beberapa kelompok fans lain seperti Oi dan Baladewa juga memberi apresiasi. “Jalur hukum sebenarnya gak perlu untuk hal -hal yang sifatnya mengungkapkan pendapat. Kalau tersinggung dengan lagu itu sebaiknya ngaca diri dulu,” ujar Rangga, anggota Oi (Orang Indonesia/fans Iwan Fals) Surabaya. Menurutnya lagu merupakan ekspresi, ungkapan emosi dan bisa saja mengutarakan kondisi apa adanya.

Sebagai pecinta Iwan Fals yang notabene juga dikenal sebagai musisi 'vokal', anggota Oi dari kawasan Medokan Semampir itu tidak menolak jika nanti harus memberi dukungan langsung pada Slank atau para Slankers.

Bagi Adriano Rachmanda, anggota Baladewa (Fans Dewa 19) Surabaya tuntutan hukum bagi musisi karena karyanya sebenarnya bisa dihindari. Menurutnya mencari solusi secara kekeluargaan sebenarnya bisa menjadi jalan terbaik daripada langsung menempuh langkah hukum.

Jejak Pendapat

Bimbim & Renu


Slank dikenal punya banyak penggemar dari kalangan muda yang akrab disebut Slanker, siapa sangka rupanya dalam urusan asmarapun salah seorang personel kelompok yang bermarkas di jalan potlot itu pun suka pada anak muda. Inilah yang terjadi pada drumer Slank; Bimbim. Betapa tidak, pada waktu menikah dengan Bimbim tahun 1999/ Reni baru berusia 16 tahun dan baru saja kelar SMP. Sedangkan bimbim sudah sangat matang, ketika itu ia telah berusia 33 tahun. Gue memang lagi menunggu seseorang yang bisa menjadi bidadari gue. Terus begitu kenal dengan Reni selama 3 bulan kita menikah dan 6 bulan berikutnya gue langsung berhenti pakai narkoba; ujar Bimbim. Masa pacaranpun bisa dibilang relatif sangat singkat, hanya tiga bulan. Adalah bunda Iffet, manajer sekaligus ibu kandung Bimbim lah yang mendesak agar anaknya itu segera menikahi Reni, maka pada tanggal 22 Oktober 1999 silam pasangan ini resmi sebagai pasangan suami istri. Seusai akad nikah, resepsipun digelar dengan menggunakan adat Aceh yang merupakan daerah asal orang tua Reni.Namanya juga anak muda, nekad mungkin ya. Karena nggak mungkin juga kita menunggu lama-lama, karena Mas Bimbim juga sudah sangat dewasa. Kalau nungguin aku umurnya lebih dewasa; kelamaan juga; ujar Reni. Meski diakui Bimbim baru tiga bulan pacaran, namun sebenarnya sudah sejak lama Bimbim mengincar Reni. Apalagi kakak Reni adalah salah seorang penggemar berat Slank, sehingga Reni yang kebetulan akrab dengan kakaknya sering diajak ke markas “Slank” di jalan Potlot. Dengan rasa percaya diri tinggi, pria yang mempunyai nama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi ini langsung mengadakan pendekatan. Untungnya cinta Bimbim tidak bertepuk sebelah tangan. Reni tidak peduli lagi dengan status Bimbim yang duda tanpa anak. Saking singkatnya, percaya atau tidak waktu mengajak nikahpun, Bimbim tidak tahu kalau Reni baru saja menyelesaikan studinya dibangku SMP, dia pikir saat itu Reni sudah lulus SMA. Memang bagi sebagian orang usia 16 tahun merupakan usia yang sangat belia. Apalagi baru saja kelar smp. Sudah jelas emosi dan ego masih sangat besar mempengaruhi Reni. Kok mau sih diajak menikah ? bagaimana pula tanggapan orang tua Reni? Awalnya sih orang tua nggak setuju karena melihat Mas Bimbim seperti itu, namun kakakku membantu untuk meyakinkan orangtuaku; ujar Reni. Rupanya siapa yang menduga, dibalik penampilannya yang cuek pria kelahiran Jakarta 25 Desember 1966 ini termasuk sosok yang paham betul bagaimana membina sebuah rumah tangga. Inilah yang kadang mampu meredam emosi Reni, tidak heran pernikahan masih bertahan hingga memasuki tahun ke 7. Kebahagianya kian bertambah lantaran sekarang mereka telah pula dikaruniai seorang putri yang diberi nama Mezzaluna Dazzuri. Meski demikian, diakui keduanya bukan berarti mereka tidak mengalami pertikaian-pertikaian. Terutama soal kondisi Bimbim seperti diketahui, pada masa itu Bimbim masih menjadi pecandu narkoba. Inilah berkahnya. Justru karena masih muda, Reni mampu dengan setia menghadapi polah Bimbim yang seperti itu. Dan itu diakui perempuan kelahiran Jakarta 28 November 1983 ini. Kalau sekarang belum tentu ia mau menerima kondisi Bimbim yang seperti itu. Itulah kenapa Reni sangat tabah dan kuat mendampingi Bimbim sewaktu dalam proses penyembuhan. Apalagi waktu itu bunda Iffet berpesan pada Reni, sebagai istri maka dia yang bertanggung penuh untuk mengurus Bimbim dan itu disadari betul oleh Bimbim; Dia ini galaknya tegas dalam merawat aku. Malah dia bisa membuatku ketakutan dalam memakai narkoba,” ujar pentolan grup Slank ini. Dalam menyelesaikan persoalan, Bimbim dan Reni rupanya punya trik khusus. Kekesalan tidak dilampiaskan lewat kata-kata, melainkan dengan tulisan. Agar suaminya membaca dan tahu apa yang membuat dia berang, biasanya Reni menuliskannya di buku harian milik Bimbim.


Slank dikenal punya banyak penggemar dari kalangan muda yang akrab disebut Slanker, siapa sangka rupanya dalam urusan asmarapun salah seorang personel kelompok yang bermarkas di jalan potlot itu pun suka pada anak muda. Inilah yang terjadi pada drumer “Slank” Bimbim. Betapa tidak, pada waktu menikah dengan Bimbim tahun 1999/ Reni baru berusia 16 tahun dan baru saja kelar SMP. Sedangkan bimbim sudah sangat matang, ketika itu ia telah berusia 33 tahun. Gue memang lagi menunggu seseorang yang bisa menjadi bidadari gue. Terus begitu kenal dengan Reni selama 3 bulan kita menikah dan 6 bulan berikutnya gue langsung berhenti pakai narkoba,” ujar Bimbim. Masa pacaranpun bisa dibilang relatif sangat singkat, hanya tiga bulan. Adalah bunda Iffet, manajer sekaligus ibu kandung Bimbim lah yang mendesak agar anaknya itu segera menikahi Reni, maka pada tanggal 22 Oktober 1999 silam pasangan ini resmi sebagai pasangan suami istri. Seusai akad nikah, resepsipun digelar dengan menggunakan adat Aceh yang merupakan daerah asal orang tua Reni.Namanya juga anak muda, nekad mungkin ya. Karena nggak mungkin juga kita menunggu lama-lama, karena Mas Bimbim juga sudah sangat dewasa. Kalau nungguin aku umurnya lebih dewasa,  kelamaan juga; ujar Reni. Meski diakui Bimbim baru tiga bulan pacaran, namun sebenarnya sudah sejak lama Bimbim mengincar Reni. Apalagi kakak Reni adalah salah seorang penggemar berat Slank, sehingga Reni yang kebetulan akrab dengan kakaknya sering diajak ke markas Slank; di jalan Potlot. Dengan rasa percaya diri tinggi, pria yang mempunyai nama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi ini langsung mengadakan pendekatan. Untungnya cinta Bimbim tidak bertepuk sebelah tangan. Reni tidak peduli lagi dengan status Bimbim yang duda tanpa anak. Saking singkatnya, percaya atau tidak waktu mengajak nikahpun, Bimbim tidak tahu kalau Reni baru saja menyelesaikan studinya dibangku SMP, dia pikir saat itu Reni sudah lulus SMA. Memang bagi sebagian orang usia 16 tahun merupakan usia yang sangat belia. Apalagi baru saja kelar smp. Sudah jelas emosi dan ego masih sangat besar mempengaruhi Reni. Kok mau sih diajak menikah ? bagaimana pula tanggapan orang tua Reni? Awalnya sih orang tua nggak setuju karena melihat Mas Bimbim seperti itu, namun kakakku membantu untuk meyakinkan orangtuaku; ujar Reni. Rupanya siapa yang menduga, dibalik penampilannya yang cuek pria kelahiran Jakarta 25 Desember 1966 ini termasuk sosok yang paham betul bagaimana membina sebuah rumah tangga. Inilah yang kadang mampu meredam emosi Reni, tidak heran pernikahan masih bertahan hingga memasuki tahun ke 7. Kebahagianya kian bertambah lantaran sekarang mereka telah pula dikaruniai seorang putri yang diberi nama Mezzaluna Dazzuri. Meski demikian, diakui keduanya bukan berarti mereka tidak mengalami pertikaian-pertikaian. Terutama soal kondisi Bimbim seperti diketahui, pada masa itu Bimbim masih menjadi pecandu narkoba. Inilah berkahnya. Justru karena masih muda, Reni mampu dengan setia menghadapi polah Bimbim yang seperti itu. Dan itu diakui perempuan kelahiran Jakarta 28 November 1983 ini. Kalau sekarang belum tentu ia mau menerima kondisi Bimbim yang seperti itu. Itulah kenapa Reni sangat tabah dan kuat mendampingi Bimbim sewaktu dalam proses penyembuhan. Apalagi waktu itu bunda Iffet berpesan pada Reni, sebagai istri maka dia yang bertanggung penuh untuk mengurus Bimbim dan itu disadari betul oleh Bimbim; Dia ini galaknya tegas dalam merawat aku. Malah dia bisa membuatku ketakutan dalam memakai narkoba,” ujar pentolan grup Slank ini. Dalam menyelesaikan persoalan, Bimbim dan Reni rupanya punya trik khusus. Kekesalan tidak dilampiaskan lewat kata-kata, melainkan dengan tulisan. Agar suaminya membaca dan tahu apa yang membuat dia berang, biasanya Reni menuliskannya di buku harian milik Bimbim.

Jumat, Oktober 24, 2008