Kamis, November 13, 2008

Slank Tantang DPR


Slank Tantang DPR Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Wednesday, 09 April 2008
Image *Slankers Siap Dibui
Surabaya-Surya - Niat Badan Kehormatan (BK) DPR yang akan menempuh langkah hukum terhadap Slank, ditanggapi oleh para penggemar kelompok musik itu. Para Slankers (julukan fans Slank) siap bergerak jika DPR terus mempersoalkan lirik lagu Slank yang dinilai melecehkan wakil rakyat itu

Tak hanya Slankers, Oi (komunitas penggemar Iwan Fals) dan Baladewa (fans grup band Dewa 19) juga akan berdiri di belakang Slank untuk menghadapi upaya pemberangusan terhadap kreativitas seni.

“Apa yang disampaikan DPR itu sudah berlebihan, wong lirik lagu seperti itu saja diributkan. Sikap seperti itu jangan-jangan malah menunjukkan bahwa mereka sebenarnya seperti yang disebutkan dalam lirik lagu itu,” ujar Ariska, salah seorang Slankiss (panggilan Slankers Surabaya).

Ia menambahkan apa yang disampaikan Slank melalui lagu-lagunya merupakan sebuah bentuk kreativitas seniman. “Indonesia ini kan negara demokrasi,” tegas Ariska, Selasa (8/4).

Untuk diketahui, sejumlah anggota DPR `kebakaran jenggot` terhadap lirik lagu dalam album kompilasi Slank, yang diluncurkan saat kampanye antikorupsi di kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada 24 Maret lalu.

Yang dipersoalkan adalah lirik dalam lagu Gossip Jalanan. Lirik dalam lagu itu dinilai menyudutkan DPR sebagai lembaga yang korup. Bagian dari lirik lagu yang dinilai melecehkan DPR itu adalah berikut ini: Mau tau gak Mafia Senayan, Kerjaannya tukang buat peraturan, Bikin UUD...ujung-ujungnya duit
Atas lirik lagu itu, BK DPR diberitakan akan menempuh langkah hukum, menuntut Slank.

“Ini grup komersial, bukan LSM. Kalau memojokkan seseorang itu ada hukumnya. Seluruh bangsa di negara ini, kehormatannya ada di gedung DPR ini. Ini rumah rakyat," kata Wakil Ketua BK DPR, Gayus Lumbuun, menerangkan alasan rencana gugatan tersebut. Gayus memang tak menyebut jelas nama Slank, tapi yang dimaksudkannya adalah grup band itu.

Irsyad Sudiro, Ketua BK DPR, menyebut syair dalam lagu tersebut sangat menyakitkan anggota DPR karena DPR dituding sebagai lembaga pembuat UU (undang-undang) sekaligus pelaku korupsi.

“Lirik lagu ini juga menyakitkan anggota keluarga DPR,” kata Irsyad.
Menurut Ariska, meski saat ini para Slankiss memilih mengamati perkembangan kondisi, mereka akan bergerak jika manajemen Slank Surabaya membuat kesepakatan. “Bagi kami Slank itu sudah mendarah daging, lihat saja nanti,” tambah Slankiss yang berstatus mahasiswa itu.

Sementara itu, salah satu dedengkot Slank fans club Surabaya, Ida menyatakan para Slankiss memberi dukungan moral penuh pada Slank. “Sakitnya Slank, sakitnya kami juga,” tegas Slankers yang disebut sebagai 'bunda'nya Slankiss itu.

Meski demikian, ia mengaskan pada dasarnya Slankers tidak pernah tertarik untuk hal berbau politik. Mereka berusaha berdiri di atas semua golongan, berdasarkan falsafah Slankisme yang mereka anut. “Saya yakin Slanker Indo akan datang untuk mendampingi presiden rock n' roll.
Jangankan disuruh demo, kalo beliau menyuruh anarkis pasti Slankers mau, tapi moga-moga aja tidak. Hanya Slanker yang tahu jiwa Slank,” tambah Ida. Yang dimaksudkan dengan presiden rock n`roll itu adalah BimBim, penggebuk drum dan juga pencipta lagu Slank.

Tak Tahu Slank
Sementara itu, keluarga besar Slank, baik itu para personelnya (Kaka, BimBim, Ridho, Abdee dan Ivanka maupun sang manajer Bunda Ifeth) menanggapi santai kabar marahnya DPR. Mereka malahan balik menyentil DPR.

"Kalau para dewan yang terhormat tidak merasa seperti yang ada di lagu itu, ya harusnya tidak tersinggung dong. Lagu itu kan judulnya Gossip Jalanan. Jadi liriknya terinspirasi dari apa yang kami dengar di jalanan. Dan yang kami dengar ya seperti itu. Semua di lirik itu adalah pertanyaan `benar nggak sih?`," ujar BimBim saat ditemui Surya di markas Slank, di Jl Potlot III, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (8/4) siang.

Menurut BimBim, setiap kali Slank membuat lagu, itu adalah dimaksudkan untuk membuat perubahan. Ia berharap, dengan adanya lagu itu, akan mempercepat adanya perubahan ke arah yang lebih baik. BimBim yang seringkali mencipta lagu-lagu Slank, mengaku melek berita. Mereka tiap hari mengakses berita baik dari media cetak maupun media online. Juga, ada cabang Slank di 80 kota di Indonesia, yang menurutnya kritis dalam menyampaikan kritik.

Tapi, kata dia, itu hanya referensi. Sesuatu baru akan menjadi lagu kalau para personel Slank mengalami sendiri atau orang terdekat Slank mengalami kejadian. Khusus Gosip Jalanan, BimBim mengaku mendapat inspirasi dari banyak hal. Termasuk pengalaman ayahnya.

"Bokap gue anggota sebuah asosiasi, kalau ketemu DPR saja mesti janjiannya panjang dan semua ada nilainya. Dan di lagu itu, bukan hanya ngomongin mafia Senayan tapi banyak mafia, dari konstitusi, peradilan. Semuanya kita omongin, referensinya dari gosip jalanan," cerita BimBim.

Karenanya, BimBim mengaku heran dengan sikap yang ditunjukkan BK DPR. Menurutnya, selama 24 tahun Slank eksis di belantara musik Indonesia, lirik-lirik lagu Slank memang berisi sentilan terhadap ketidakberesan yang terjadi di sekitar mereka. Dan sentilan itu dikemas dengan gaya bahasa Slank. Bahasa anak muda yang slengean. Ia menyebut, perkataan Gayuus tersebut mencirikan bahwa politisi asal Fraksi PDIP itu tidak tahu keberadaan Slank.

Dukungan bagi Slank tidak datang hanya dari para Slankers. Beberapa kelompok fans lain seperti Oi dan Baladewa juga memberi apresiasi. “Jalur hukum sebenarnya gak perlu untuk hal -hal yang sifatnya mengungkapkan pendapat. Kalau tersinggung dengan lagu itu sebaiknya ngaca diri dulu,” ujar Rangga, anggota Oi (Orang Indonesia/fans Iwan Fals) Surabaya. Menurutnya lagu merupakan ekspresi, ungkapan emosi dan bisa saja mengutarakan kondisi apa adanya.

Sebagai pecinta Iwan Fals yang notabene juga dikenal sebagai musisi 'vokal', anggota Oi dari kawasan Medokan Semampir itu tidak menolak jika nanti harus memberi dukungan langsung pada Slank atau para Slankers.

Bagi Adriano Rachmanda, anggota Baladewa (Fans Dewa 19) Surabaya tuntutan hukum bagi musisi karena karyanya sebenarnya bisa dihindari. Menurutnya mencari solusi secara kekeluargaan sebenarnya bisa menjadi jalan terbaik daripada langsung menempuh langkah hukum.

Tidak ada komentar: